Jumat, 05 November 2010

Juliet Bukan Untuk Romeo (edisi Revisi)

Hampir empat tahun mereka bersama memadu cinta di dalam Harmville. Sebuah perguruan tinggi di pusat kota. Lisa adalah calon sarjana psikologi dan Anthony adalah calon sarjana arsitektur. Bagaimana mungkin pengamat manusia bisa hidup bersama pengamat bangunan. Tapi empat tahun sudah menjadi bukti nyata nya.

Yah seperti semua tipikal hubungan, awal tahun memang selalu indah. Namun tahun berikutnya hanya sekedar hubungan cinta yang terbiasa. Terbiasa bersama, terbiasa menjaga, terbiasa disampingnya. Karena terbiasa maka semuanya menjadi..... biasa saja.

Anthony terlalu sibuk dengan kegiatan basket di kampus nya. Tak ada lagi waktu untuk Lisa. Terlalu banyak jeda diantara mereka. Anthony hanya seperti barang etalase. Hanya bisa dilihat tapi tak bisa di nikmati. Hubungan jarak jauh membuat banyak pertengkaran diantara mereka. Bagaiman mungkin kau bisa menjalani hubungan dengan bayangan? Apakah cinta hanya sekedar kepercayaan?

Lisa tak senang keramaian. Pergilah dia ke tempat persembunyian. Dimana hanya dia dan bacaan. Anthony tidak bersama nya, maka dia habiskan semua waktu nya di perpustakaan. Lisa senang membaca, menurutnya hadiah yang paling indah dari bacaan adalah ingatan.

Sekarang Anthony harus pergi selama satu bulan. Kau tau untuk apa? Lagi lagi liga basket itu. Untung saja Lisa memiliki pelarian. Terlalu sering dia mengunjungi perpustakaan. Jika dia memejamkan mata dan harus jalan melangkah ke depan pustakawan mungkin dia akan hafal. Lisa mengamati sekeliling pepustakaan, ternyata masih saja orang orang yang sama. Lelaki berkemeja dengan dandanan yang cukup tua, Wanita nerdy yang selalu memakai kaca mata kuda, dan..... siapa orang itu? Aku tak pernah tau tentang diri nya namun dia merasa lelaki tersebut sering memperhatikannya. Matanya seperti elang, mengamati tajam. Lisa tak menghiraukan nya namun cukup takut dengan keberadaannya. Lisa mengambil buku fiksi di rak 3 lalu duduk di kursi berkode A8. Sudah lah tak usah dipikirkan. Gumam Lisa dalam hati

Hari berikutnya Lisa tetap mengunjungi perpustakaan. Dia heran mengapa tak ada wanita cantik berok pendek ataupun lelaki tampan berambut klimis di sini? Apakah perpustakaan cukup membosankan untuk mereka? Apakah benar teori yang menyebutkan bahwa muka rupawan berbanding terbalik dengan kepintaran?

Sambil membaca buku women is delicious nya Lisa merasakan ada seseorang yang mengamati nya. Seperti alat sensor mendeteksi dari ujung rambut hingga ujung kaki. Lisa bisa melihat dari ekor mata nya. Sialan. Lelaki misterius itu lagi.

Tiba-tiba lelaki tersebut menghampiri nya."Jangan takut, nama ku George" ucap pria tersebut

"Aku tak terbiasa bicara dengan orang asing. Aku harus pergi" sambil mengambil tas nya Lisa meninggalkan George sendirian.

George mengejarnya lalu menahan Lisa dengan perkataannya.

" Kau Lisa Wesley,memiliki tahi lalat di mata kiri. Selalu batuk jika menghirup debu buku, nomer anggota mu 101088. Kau mahasiswa Psikologi yang senang membaca semua buku tentang wanita. Aku sering mengamati mu. Sekarang biarkan aku memperkenalkan diriku. Kenalkan nama ku George. George Bill. "

Lisa terdiam. Dia tak menyangka ada yang mengamati nya hingga se detail itu. Rasanya dia ingin mengecek dirinya di cermin apakah benar dia memiliki tahi lalat di mata kiri. Dia tak menyadari nya. Ternyata memang benar.

George mengajak Lisa ke kedai kopi dekat kampus nya. Lisa masih terdiam. Sepanjang jalan dia membisu. Masih tak percaya. George memberikan secangkir capucinno untuk Lisa. Setelah tegukan pertama semua nya mengalir begitu saja. Mereka mengobrol hingga larut malam.

Sudah banyak hari mereka lalui bersama. Tak lagi bisa dihitung berapa banyak gelak tawa. Tak sadar ada sesuatu yang berbeda. Mereka Jatuh Cinta. Ternyata hanya membutuhkan satu perlima detik untuk menikmati nya. Namun Lisa tahu ini Cinta yang terlarang. George adalah selingkuhan. Seperti sendal rumah, enak dipakai tapi tak mungkin dipakai untuk menghadapi dunia luar. Membuat sendal rumah tersebut harus selalu di sembunyikan di bawah tangga.

Sepatu bagus telah datang. Sepatu yang akan digunakan Lisa untuk menghadapi dunia nyata. Anthony. Kini gelisah menghantui malam malam nya. Dia takut hubungan nya dengan George diketahui oleh Anthony. Akhirnya dia menghubungi Suzanne. Teman wanita nya. Meminta saran apa yang harus dia lakukan. Suzzane selalu bilang jika ingin satu jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan tapi dua melenyapkan.

Lisa tak menghiraukan Suzanne. Dia bermain api. Dia tetap menjalin hubungan bersama George. Hari ini Lisa akan menemani George bertemu dengan teman lamanya. Tapi dunia memang makin sempit.Teman lama George adalah teman Anthony. Teman lama George mengajak Anthony. Inilah jalan Tuhan. Sepandai pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga. Anthony telah mengetahui semuanya.

George dan Lisa menyadari hubungan yang tidak baik pasti akan berakhir buruk. George mengalah, dia melepaskan Lisa. Hubungan mereka berakhir. Lisa langsung menemui Suzanne dan berkata "kau benar, satu menggenapkan tapi dua melenyapkan.Oh suzzane teman wanita ku, aku telah kehilangan kedua nya." Tapi kau masih memiliki yang ketiga. Bisik Suzzane kepada Lisa.

Lisa mencoba menghubungi Anthony, dia mulai sadar bahwa empat tahun bersama nya tak bisa tergantikan. George hanyalah hubungan manis yang terlarang. Tapi Anthony menghindar, dia menghilang, dan tak lagi memberikan kesempatan.

Pada hari itu Lisa bertemu Anthony di taman belakang. Lisa menyapa dan tersenyum kepadanya namun Anthony tak mengindahkan malah pergi meninggalkan sambil memberikan muka masam. Lisa menyesal.

Namun Anthony pun merasa kehilangan. Dia berpikir mungkin ini salah nya juga. Sudah waktu nya mendekatkan jeda. Tak ada salah nya memberikan kesempatan kedua. Akhirnya Lisa kembali bersama Anthony. Ini sudah bukan lagi cinta yang terbiasa. Ini cinta luar biasa.

Hari ini tepat 4 tahun mereka bersama. Mereka merayakannya. Candle light dinner adalah pilihan yang tepat. Anthony menunggu Lisa di ruang tamu rumah nya. Datanglah wanita cantik ber gaun merah. Anthony terkesima dengan pesona kekasih nya. " Kau harus nya tau kau begitu mudah untuk di kagumi " bisik Anthony. Lisa hanya tersenyum. Ketika Anthony mengajak nya untuk pergi, tiba tiba Lisa meminta izin untuk menghubungi Suzzane sebentar. "Dasar wanita, pasti kau ingin menceritakan kepada suzzane bahwa aku begitu romantis nya hari ini. Baiklah kutunggu di dalam mobil" ujar Anthony. Lisa pun tersenyum. Tapi ada yang lain dari senyum nya kali ini.

Sampai lah mereka di restoran. Mereka memesan makanan. Mereka tertawa lepas.Mereka mulai mengenang semua yang mereka lakukan dari empat tahun yang lalu. Mereka menikmati malam itu. Tak lama kemudian Lisa meminta izin untuk memperbaiki make up nya yang sudah mulai menipis. Beberapa langkah setelah Lisa pergi handphone nya berbunyi. Ternyata sms dari Suzzane. Anthony membukanya. Malam itu menjadi malam terindah sekaligus terburuk bagi diri nya.

" Jangan pernah katakan kau akan pergi dari ku. Tinggalkan Anthony. Aku sungguh-sungguh mencintai mu"
From : My best Suzzane
+9914567000

by       : xgumcht
editor : NoName

Tidak ada komentar:

Posting Komentar